Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Gelar Pengajian Burdah Ke-5, Habib Bagir Al-Djufri Bahas Keistimewaan Mukjizat Nabi – Masjid Raya KH. Hasyim Asyari
  • Website Masjid Raya KH. Hasyim Asyari Jakarta - Jl. Rusunawa Pesakih No.14, RT.3/RW.14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750
Sabtu, 31 Januari 2026

Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Gelar Pengajian Burdah Ke-5, Habib Bagir Al-Djufri Bahas Keistimewaan Mukjizat Nabi

Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari Gelar Pengajian Burdah Ke-5, Habib Bagir Al-Djufri Bahas Keistimewaan Mukjizat Nabi
Bagikan

Jakarta – Acara Pengajian Burdah Remaja kembali diselenggarakan untuk kelima kalinya di selasar utama Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari. Masjid tersebut berlokasi di Jalan Daan Mogot KM 14,5, Duri Kosambi, Cengkareng.

Pengajian Burdah kali ini diisi oleh Habib Bagir Al-Djufri dan menarik partisipasi dari beragam hadirin, mulai dari remaja masjid, pemuda, hingga pekerja. Suasana pengajian semakin meriah dengan adanya penampilan hadroh dari tim Syababul Mukhtarin.

Tim Hadroh Syababul Mukhtarin

Dalam kesempatannya, Habib Bagir Al-Djufri membahas tentang tantangan dan mukjizat yang dihadapi oleh para nabi. Beliau menyampaikan bahwa mukjizat para nabi selalu berkaitan dengan pembuktian terhadap orang yang tidak percaya.

“Mukjizat para nabi sering kali terjadi dalam konteks tantangan dari orang-orang yang tidak percaya. Contohnya, Nabi Musa menghadapi tekanan dari umatnya dan berhasil membelah Laut Merah sebagai bukti kekuasaan Allah. Sementara itu, Nabi Ibrahim dibakar dalam api yang sangat panas selama tujuh hari, tetapi Allah menjadikan api tersebut dingin sebagai tanda mukjizat,” jelasnya.

Dalam kesempatannya, Habib Bagir Al-Djufri membahas tentang tantangan dan mukjizat yang dihadapi oleh para nabi. Beliau menyampaikan bahwa mukjizat para nabi selalu berkaitan dengan pembuktian terhadap orang yang tidak percaya.

Habib Bagir Al-Djufri

 

“Mukjizat para nabi sering kali terjadi dalam konteks tantangan dari orang-orang yang tidak percaya. Contohnya, Nabi Musa menghadapi tekanan dari umatnya dan berhasil membelah Laut Merah sebagai bukti kekuasaan Allah. Sementara itu, Nabi Ibrahim dibakar dalam api yang sangat panas selama tujuh hari, tetapi Allah menjadikan api tersebut dingin sebagai tanda mukjizat,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu, Habib Bagir Al-Djufri kemudian menjelaskan keistimewaan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Beliau menambahkan, “Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad diterima oleh semua kalangan, baik yang percaya maupun tidak. Ini menjadikan Al-Qur’an istimewa karena dapat digunakan dan dipahami oleh siapa saja tanpa memerlukan tantangan tertentu,” lanjutnya.

Salah satu peserta yang hadir dalam Pengajian Burdah di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari adalah Dwi Nugraha Surya Maulana, seorang freelancer. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dwi menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para generasi muda yang masih antusias dalam menuntut ilmu agama. “Saya sangat senang dan bersyukur karena masih ada pemuda-pemudi yang ingin menimba ilmu di pengajian, seperti Pengajian Burdah Remaja pada malam ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut ke depannya agar semakin banyak pemuda-pemudi yang ingin menimba ilmu di majelis,” ungkapnya penuh harap.

Pengajian Burdah Remaja ke-5 yang digelar di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari kembali sukses menyedot perhatian berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini, Habib Bagir Al-Djufri hadir sebagai pengisi kajian dengan membahas tema seputar mukjizat para nabi, khususnya menyoroti Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW yang bersifat universal.

Acara ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Dwi Nugraha Surya Maulana, yang mengapresiasi semangat generasi muda dalam menuntut ilmu agama dan berharap agar kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan.

Dengan semangat yang terus tumbuh di kalangan generasi muda, Pengajian Burdah Remaja tak hanya menjadi wadah untuk menimba ilmu, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan membumikan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi majelis-majelis keagamaan yang lainnya.***

 

 

Oleh         : Muhammad Haitsam
Editor      : Admin

 

SebelumnyaPengajian Burdah Remaja ke-4 di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari Jakarta Perkuat Syiar Islam dan Ukhuwah Remaja MasjidSelanjutnyaMasjid Raya KH Hasyim Asy’ari Gelar Bahtsul Masail Bahas Hukum Positif Dalam Pandangan Islam ‘Berhukum Selain Hukum Allah’
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Raya KH. Hasyim Asyari
Jl. Rusunawa Pesakih No.14, RT.3/RW.14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750